PAMEKASAN — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dimanfaatkan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan untuk memperkuat pembinaan kerohanian terhadap warga binaan. Sebanyak 250 warga binaan mengikuti kegiatan yang digelar di Masjid Baiturrahman, Rabu (26/8/2026).
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan, mengatakan pembinaan keagamaan menjadi salah satu upaya membangun kesadaran warga binaan untuk memperbaiki diri. Peringatan Maulid Nabi, menurutnya, juga menjadi ruang refleksi untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani akhlak Rasulullah. Bagi Warga Binaan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, memperbaiki diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat,” ujar Kusnan.
Kusnan menekankan, proses pembinaan tidak hanya diarahkan pada kepatuhan warga binaan selama menjalani masa pidana. Lebih dari itu, pembinaan diharapkan dapat membentuk sikap dan perilaku yang nantinya menjadi bekal saat mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW seperti kesabaran, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati, kata dia, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga melalui pembinaan kerohanian ini, ilmu dan nilai-nilai agama yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setelah selesai menjalani masa pidana, Warga Binaan dapat kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan yang positif,” tambahnya.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu turut dihadiri dua ustaz dari Pondok Pesantren Al-Kautsar, pejabat struktural Eselon IV dan V, jajaran petugas Lapas Narkotika Pamekasan, serta sejumlah tamu undangan.
Selain peringatan Maulid Nabi, kegiatan diisi dengan ceramah keagamaan oleh Ustaz Abd Wakil, M.PdI. Dalam tausiyahnya, ia mengajak warga binaan tidak berhenti pada kegiatan mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari kehidupan.
“Maulid bukan hanya tentang mengingat kelahiran Rasulullah, tetapi bagaimana kita menghadirkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan. Rasulullah mengajarkan kesabaran, kasih sayang, kejujuran, dan bagaimana memperlakukan sesama dengan akhlak yang baik. Nilai-nilai inilah yang harus kita bawa dalam kehidupan,” tutur Ustaz Abd Wakil.
Ia juga meminta warga binaan tidak memandang masa pidana semata sebagai hukuman. Masa pembinaan, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
“Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Yang terpenting adalah kemauan untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi kesalahan. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk belajar menjadi manusia yang lebih baik dan ketika kembali ke masyarakat nanti, jadilah pribadi yang membawa manfaat,” pesannya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah dan ayat suci Al-Qur’an oleh warga binaan. Setelah itu, peserta bersama-sama melantunkan Sholawat Julus dan Mahalul Qiyam sebelum dilanjutkan dengan ceramah dan doa.
Peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan penampilan Albanjari dan ramah tamah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian dan kerohanian yang dijalankan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. Pembinaan itu diarahkan untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mempersiapkan warga binaan agar mampu beradaptasi dan menjalani kehidupan secara lebih baik setelah kembali ke masyarakat.**







