156 Waduk dan 115 Daerah Irigasi di Gresik Mulai Mengering

  • Bagikan
156 Waduk dan 115 Daerah Irigasi di Gresik Mulai Mengering

GRESIK — Musim kemarau mulai memengaruhi ketersediaan air di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik mencatat sebanyak 156 waduk dan 115 daerah irigasi mulai mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produktivitas pertanian, terutama tanaman pangan yang membutuhkan pasokan air untuk memasuki Musim Tanam (MT) III.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUTR Gresik, Ubaidillah, mengatakan sebagian besar sumber air untuk MT II telah habis.

“Kondisinya memang sumber air kita untuk MT 2 (Musim Tanam Kedua) kemarin sudah habis. Untuk MT 3 (Musim Tanam Ketiga), petani kelihatannya akan mengambil sisa-sisa sumber air yang ada,” kata Ubaidillah, Selasa (18/8/2026).

BACA JUGA:  Lapas Narkotika Pamekasan Gelar Shalat Ied Bersama Warga Binaan

Menurutnya, sebagian besar waduk yang dikelola Pemkab Gresik telah kehabisan air sejak memasuki MT II. Hanya sejumlah waduk yang masih menyimpan air dan dapat dimanfaatkan petani untuk MT III.

Keterbatasan air membuat petani mencari sumber alternatif untuk mengairi lahan. Sejumlah petani mulai menggunakan pompa maupun membuat sumur dangkal guna memenuhi kebutuhan air tanaman.

“Kondisi kekeringan ini tentu berdampak pada tanaman padi yang menjadi bagian dari ketahanan pangan. Sebagian petani masih berupaya memanfaatkan sisa-sisa sumber air yang ada untuk mengairi tanaman,” ujarnya.

BACA JUGA:  Telan Rp24 Miliar untuk Gaji, Ribuan Tenaga Honorer di Pamekasan Terancam Diberhentikan

Pemkab Gresik telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Salah satunya dengan melakukan normalisasi waduk untuk meningkatkan kapasitas tampungan air.

Normalisasi juga dilakukan pada saluran irigasi agar aliran air menuju lahan pertanian tetap optimal. Upaya tersebut sekaligus menjadi persiapan menghadapi musim kemarau berikutnya.

“Salurannya juga dinormalisasi supaya tampungan-tampungan air semakin besar. Itu untuk persiapan ke depan, antisipasi kekeringan,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *