JAKARTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, meningkatkan pengawasan di kawasan Hutan Kota Cawang untuk mengantisipasi dugaan aktivitas asusila yang menjadi perhatian masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan menyusul beredarnya video dugaan aktivitas mencurigakan di kawasan tersebut melalui akun Instagram @ijoeel pada Sabtu (31/10) malam.
Kepala Satpol PP Kecamatan Makasar, Robinhot Butarbutar, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan melakukan penjagaan di lokasi.
“Kami sudah menerima informasi dan laporan, dan juga sudah melaksanakan penjagaan di lokasi tersebut,” kata Robinhot saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, pengawasan akan berlangsung selama satu pekan ke depan melalui patroli, pengamanan, serta pemantauan di sekitar kawasan hutan kota yang berada di Jalan DI Panjaitan.
Pengamanan tersebut juga melibatkan petugas dari empat kelurahan, yakni Pinang Ranti, Halim Perdanakusuma, Kebon Pala, dan Makasar.
“Kami sudah melakukan patroli gabungan tersebut sejak Minggu (1/11), mulai pukul 22.30 WIB hingga selesai,” ucap Robinhot.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
“Berdasarkan laporan hasil patroli, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Petugas juga tidak menemukan adanya gangguan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan tersebut,” ujar Robinhot.
Sementara itu, Camat Makasar, Dimas Prayudi, membantah adanya praktik prostitusi di kawasan Hutan Kota Cawang.
“Tidak benar,” ungkap Dimas saat dikonfirmasi secara terpisah di Jakarta, Selasa.
Ia menduga munculnya anggapan tersebut dipicu keberadaan sejumlah pria muda di sekitar kawasan hutan kota pada malam hari. Namun, ia memastikan aktivitas yang dikhawatirkan masyarakat tersebut tidak kembali terjadi.
“Diduga terjadi karena pada saat diambil gambar, malam-malam, ada laki-laki masih muda sekitaran situ. Tapi, kalau terjadi lagi, sudah enggak, sih,” tutur Dimas.
Sebelumnya, video yang beredar di media sosial tersebut memperlihatkan pengunggah mendatangi kawasan Hutan Kota Cawang setelah menerima informasi mengenai dugaan aktivitas serupa.
Dalam unggahannya, pengunggah mengaku melihat sejumlah pria berkumpul di sekitar lokasi pada malam hari.







