SEHILIR.COM — Pemerintah Kabupaten Pamekasan menegaskan komitmennya dalam merawat nilai-nilai kearifan lokal sekaligus membentengi generasi muda dari ancaman dekadensi moral. Langkah strategis ini mengemuka saat gelaran Sarasehan Budaya dan Temu Tokoh Madura yang berlangsung spektakuler di Monumen Arek Lancor.
Forum kolaboratif ini diinisiasi oleh Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), serta DPD KNPI Pamekasan. Forum lintas generasi tersebut berhasil menyedot perhatian jajaran pejabat dari empat kabupaten di Madura, perwakilan Pemprov Jawa Timur, tokoh budayawan, hingga utusan kerajaan nusantara.
Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman, mengapresiasi tinggi sinergi yang terbangun antar-organisasi pemuda dan media tersebut. Menurutnya, perjumpaan ini bukan sekadar panggung seremonial kebudayaan, melainkan ruang refleksi sejarah sekaligus fondasi utama dalam merumuskan cita-cita pembangunan Pamekasan ke depan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi ajang silaturrahmi dan pertukaran gagasan antar-generasi dalam rangka menggali kearifan lokal serta memperkokoh identitas budaya,” ujar Dr. KH. Kholilurrahman saat menyampaikan sambutan. kamis 29/10/26.
Bupati Kholilurrahman mengungkapkan bahwa ada tiga pilar utama yang terus diupayakan perkembangannya secara konsisten: olahraga, kesenian, dan budaya. Integrasi ketiga elemen ini diyakini menjadi katalisator utama kemajuan Pamekasan di masa mendatang.
Menariknya, Pemkab Pamekasan juga melontarkan gagasan progresif untuk merespons dinamika pemuda masa kini. Menyesuaikan identitas Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam, pemerintah merencanakan pembangunan studio musik bernuansa religi. Fasilitas ini diharapkan dapat diprakarsai oleh AJP, DKP, dan KNPI sebagai wadah ekspresi positif anak muda.
“Kalau kita mengajak anak-anak muda langsung berdzikir, tentu tidak mudah. Lewat ruang kreatif ini, kita salurkan energi mereka secara positif. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar akselerasi pembangunan berjalan lancar,” imbuhnya.
Melihat besarnya dampak sosial dan kultural yang dihasilkan, Bupati menyambut hangat dorongan publik agar sarasehan lintas tokoh Madura ini dijadikan agenda tahunan. Selain mempererat tali persatuan di Pulau Garam, event ini diyakini mampu menjadi magnet pariwisata kebudayaan yang memperkuat daya saing daerah.







