SEHILIR.COM – Pernahkah jerawat secara tiba-tiba muncul saat anda mengalami siklus menstruasi bulanan? Rupanya, hal itu bisa terjadi tidak seimbangnya hormon dalam tubuh.
Jerawat, bagi sebagian orang khususnya perempuan menjadi suatu hal yang sangat mengganggu hingga membuat mereka merasa minder dan stress.
Meski umumnya jerawat muncul pada individu dengan usia 11-30 tahun, tidak sedikit perempuan yang mengalaminya sebelum tepat pada siklus menstruasinya.
Jerawat menstruasi dipicu karena perubahan rasio hormon estrogen dan progesteron yang berguna mengatur siklus menstruasi sehingga mengakibatkan munculnya jerawat.
Dikutip dari healthshots, Berikut beberapa tips untuk mengatasi jerawat atau berjerawat saat menstruasi:
1. Mengubah rutinitas perawatan kulit
Dalam mengatasi wajah berjerawat, pastikan membersihkan wajah setidaknya dua kali sehari dengan pembersih yang lembut untuk menghilangkan minyak berlebih, kotoran, dan riasan.
Hindari penggunaan produk keras apa pun yang dapat menghilangkan minyak alami pada kulit Anda, karena dapat memperburuk jerawat.
2. Menggunakan asam salisilat dan venzoil peroksida
Asam Salisilat dapat membuka pori-pori yang tersumbat dengan cara memecah dan menghilangkan sel kulit mati dan minyak, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical, Cosmetic, And Investigational Dermatology.
Sementara benzoil peroksida mampu membunuh bakteri penyebab jerawat dan biasa digunakan untuk mengobati jerawat ringan hingga sedang.
3. Gunakan produk non-komedogenik
Pastikan untuk menggunakan bahan non-komedogenik dalam make up, produk ini dirancang untuk tidak menyumbat pori-pori, sehingga dapat mengurangi risiko munculnya jerawat.
4. Kurangi keseringan memegang wajah
Keseringan memegang wajah dengan tangan dapat mengakibatkan munculnya jerawat. Hal ini karena dapat memindahkan bakteri dan minyak yang ada di tangan ke wajah.
5. Gunakan niacinamide
Niacinamide (Vitamin B3) adalah bahan serbaguna yang bisa mengatur produksi minyak, mengurangi peradangan, dan meningkatkan fungsi pelindung kulit, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Antioxidants.
6. Pakai produk bebas minyak dan pewangi
Produk bebas minyak cenderung tidak menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Demikian pula, produk bebas pewangi mengurangi risiko iritasi kulit yang dapat memperparah jerawat.
Pilih pelembab, pembersih, dan produk perawatan kulit lainnya yang dengan jelas menyatakan bebas minyak dan bebas pewangi buatan.
7. Jaga agar tetap terhidrasi
Dehidrasi dapat mengakibatkan kulit kering sehingga wajah atau kulit dipaksa untuk memproduksi kelenjar minyak yang lebih banyak dari biasanya.
Dengan mengkonsumsi air yang cukup dapat mengeluarkan racun pada tubuh dan menjaga tubuh agar terhidrasi. Usahakan setidaknya minum 8 gelas air sehari.
8. Konsumsi makanan sehat
Makan makanan yang sehat dapat mencegah munculnya jerawat. Konsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak ke dalam makanan anda.
Pastikan mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi penting seperti vitamin C, E, dan K, asam lemak omega-3, dan antioksidan.
Hindari makanan tinggi glisemik seperti gula dan roti putih, yang dapat menyebabkan lonjakan insulin dan memicu timbulnya jerawat . Selain itu, hindari produk olahan susu, terutama susu, karena dapat memicu timbulnya jerawat.
9. Kelola tingkat stres
Selain mengganggu kesehatan mental, stres juga dapat mengakibatkan gangguan pada sel-sel kulit dan ketidakseimbangan hormon.
Kendalikan tingkat stres anda dengan beberapa latihan mental seperti yoga, meditasi, dan pernapasan dalam untuk mengendalikan tingkat stres Anda.
Mendengarkan musik, berjalan-jalan sebentar, menari, bermain game, menonton komedi, dll. juga dapat meningkatkan mood Anda untuk sementara.***
**Klik Google News dan dapatkan berita terkini serta informasi bermanfaat lainnya di perangkat Anda.







