JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyiapkan skema pembiayaan dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus menjadikan Agam sebagai proyek percontohan (pilot project) bagi daerah terdampak bencana lainnya.
Melalui pendampingan yang melibatkan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Pemerintah Kabupaten Agam, BPBD, serta sejumlah instansi terkait, pemerintah menyusun mekanisme pembiayaan berbasis klaster usaha. Program itu juga mencakup verifikasi terhadap 5.843 nasabah, termasuk 1.820 nasabah di Kabupaten Agam, serta pemadanan data calon penerima bantuan.
“Pertemuan membahas rencana cluster pembiayaan usaha, verifikasi nasabah, pemadanan data penerima bantuan, progres penyusunan MoU BNPB-PNM, serta penyusunan perjanjian kerja sama sebagai dasar implementasi program,” tulis Tim BNPB dalam laporannya kepada Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, dikutip Sabtu (18/7/2026).
Selain menyusun skema kerja sama, tim BNPB dan PT PNM juga meninjau hunian sementara di Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Tanjung Raya untuk menyosialisasikan program kepada penyintas. Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah usaha masyarakat guna memetakan potensi ekonomi lokal yang akan menjadi dasar penyusunan model pembiayaan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
PT PNM menyatakan komitmennya mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak melalui akses permodalan dan pendampingan usaha. Sementara itu, BNPB akan terus mengawal penyusunan mekanisme kerja sama bersama PT PNM dan Pemerintah Kabupaten Agam agar program segera direalisasikan dan dapat menjadi model bagi wilayah terdampak bencana lainnya.







