Sehilir.com – Berpikir berlebihan merupakan sebuah kebiasaan buruk yang sering dilakukan kebanyakan orang. Dalam sebuah penelitian, kebiasaan ini ternyata dapat berdampak buruk pada kesehatan mental.
Memikirkan hal-hal negatif secara terus menerus dapat membawa pikiran kita ke dalam sebuah siklus kesusahan dan kecemasan. Tanpa disadari kita terkadang terlalu berlebihan dalam memikirkan suatu hal kecil.
Dalam sebuah penelitian, kebiasaan berpikir berlebihan yang sering kita anggap remeh ini tidak hanya mengganggu pikiran melainkan juga akan berdampak pada kesejahteraan hingga kesehatan mental.
Dinukil HealthShots, seorang pakar kesehatan mental Aashmeen Munjaal mengatakan, “Dampak dari berpikir berlebihan akan sangat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental dengan sangat parah. Hal ini mengakibatkan rasa cemas berlebih yang dapat mengurangi kapasitas kognitif, dan mengakibatkan seseorang merasa sulit dalam menjalani hari-harinya.”
Berikut ini 6 dampak berpikir berlebih pada kesehatan mental:
1. Sulit konsentrasi
Terlalu banyak memikirkan sesuatu akan memberikan beban pada pikiran sehingga mengakibatkan kesulitan untuk fokus pada tugas sehari-hari. Hal ini dapat mengancam masa depan seseorang jika telah menjadi kebiasaan karena akan mengakibatkan penurunan produktivitas.
2. Depresi
Bepikir berlebih sering dikaitkan dengan pemikiran negatif, jika terlalu lama dibiarkan hal ini akan menimbulkan kelelahan dan depresi. Memikirkan kesalahan, kegagalan, dan risiko masa depan di masa lalu akan membuat seseorang mudah putus asa serta menganggap hidup tidak berharga.
3. Kelelahan
Tekanan terhadap mental akibat memikirkan sesuatu secara berlebih akan menguras energi seseorang dan berujung pada rasa lelah kronis dan kelesuan.
4. Kecemasan
Kecemasan akan selalu timbul saat seseorang memikirkan sesuatu secara berlebihan. Terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum terjadi dapat mengakibatkan serangan panik serta gangguan terkait kecemasan lainnya.
5. Iritabilitas
Seseorang yang keseringan memikirkan sesuatu secara berlebihan akan memiliki rasa atau suasana hati yang mudah tersinggung. “Berpikir berlebihan membuat Anda rentan. Oleh karena itu, Anda bahkan mungkin bereaksi terhadap hal-hal kecil yang menyebabkan kesehatan emosional tidak proporsional. Seiring waktu, sifat lekas marah yang kronis dapat membebani hubungan dan memperburuk perasaan stres,” jelas Munjaal.
Untuk mengatasi seseorang berpikir berlebihan, kita dapat melakukan beberapa hal ini:
1. Mendengarkan musik
Memutar musik dengan genre yang menenangkan dapat memberikan rasa rileks dan menambah fokus.
2. Berkomunikasi dengan orang lain
Melakukan komunikasi atau berbicara dengan orang lain yang kita percaya dapat membantu mengurangi rasa cemas dan beban yang sedang kita pikirkan.
3. Menikmati suasana alam
Hamparan alam yang luas dengan berbagai keindahannya seperti melakukan aktivitas santai di tepi danau, berjalan-jalan di taman, atau sekadar duduk-duduk, dapat memberikan rasa nyaman dan ketenangan jika kita menikmati suasananya.
4. Melatih nafas
Latihan pernapasan dengan melakukannya secara teratur dapat memberikan relaksasi yang berdampak pada rasa tenang terhadap sistem saraf dan meningkatkan kejernihan mental.
5. Fokus pada solusi
Dibanding terlalu fokus pada persoalan atau suatu masalah, sebaiknya kita alihkan pada pencarian solusi. Pemikiran berlebih bisa kita alihkan dengan memfokuskan pada sebuah penyelesaian.
6. Tidur siang
Tidak menutup kemungkinan sebuah pikiran berlebih diakibatkan oleh rasa lelah mental. Dengan melakukan istirahat tidur siang dapat memberikan kekuatan atau penyetelan ulang dalam pemulihan tubuh.
*Klik Google News dan dapatkan berita terkini di perangkat Anda.







