Kebakaran Lereng Gunung Sawe Hanguskan 1,5 Hektare Hutan dan Lahan Warga

  • Bagikan
Kebakaran Lereng Gunung Sawe Hanguskan 1,5 Hektare Hutan dan Lahan Warga Sehilir

TRENGGALEK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lereng Gunung Sawe di Dusun Ngegong, Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Kamis (6/8/2026) malam. Kobaran api menghanguskan sekitar 1,5 hektare kawasan yang terdiri atas hutan Perhutani dan lahan milik warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek bersama unsur gabungan bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan kebakaran. Upaya pemadaman dilakukan secara manual untuk mencegah api merembet lebih luas.

Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan api diduga bermula dari lahan milik warga sebelum menjalar ke kawasan hutan yang berada di lereng Gunung Sawe.

“Mendapat laporan karhutla, tim terpadu langsung kami terjunkan ke lokasi di lereng Gunung Sawe, Dusun Ngegong, Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan,” kata Triadi, Jumat (7/8/2026).

BACA JUGA:  MKD Pulihkan Status Adies Kadir dan Uya Kuya, Pengamat: Keputusan Sudah Proporsional

Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat kobaran api dengan cepat membesar dan menyebar ke sejumlah titik. Petugas gabungan kemudian melakukan pemadaman sekaligus membuat lokalisasi agar api tidak terus meluas.

“Kami bersyukur api bisa dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, luas area yang terdampak mencapai sekitar 1,5 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar satu hektare merupakan lahan milik warga, sedangkan setengah hektare lainnya merupakan kawasan hutan yang dikelola Perhutani.

BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di sekitar kawasan hutan, terutama selama musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.

BACA JUGA:  Tegas Berantas Narkoba dan HP Ilegal, Pemasyarakatan Jatim Deklarasi Bersama

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di sekitar kawasan hutan, baik itu sampah maupun lahan olahan karena bahaya kalau membesar,” jelasnya.

Triadi menambahkan, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Trenggalek bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, insiden serupa beberapa kali terjadi, baik di wilayah Kecamatan Panggul maupun kawasan hutan di sekitar wilayah perkotaan.

BPBD bersama instansi terkait terus meningkatkan patroli dan mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan potensi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga dampak yang ditimbulkan tidak semakin luas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *