PAMEKASAN, SEHILIR.com – Lapas Narkotika Pamekasan menggelar panen raya kangkung hasil tani warga binaan pemasyarakatan (WBP), Selasa (4/1) pagi.
Panen raya ini menjadi salah satu bukti Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan dalam program pembinaan kemandirian WBP.
Kalapas Fathorrosi menyatakan, hasil panen digunakan untuk memenuhi kebutuhan WBP serta dipasarkan sebagai bentuk kontribusi pada sektor pangan.
“Hasil panen raya pertanian ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Warga Binaan, tetapi juga dipasarkan kepada pihak ketiga seperti pedagang lokal, pasar tradisional dan mitra usaha. Ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan juga bisa berkontribusi dalam sektor pangan,” ujarnya.

Fathorrosi juga menjelaskan, proses penanaman, perawatan hingga panen kangkung dilakukan oleh WBP dengan bimbingan dan binaan dari tenaga ahli mitra.
“Melalui kerja sama dengan mitra usaha, kami ingin memastikan bahwa hasil pertanian dari Lapas dapat memberikan manfaat lebih luas, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat,” ungkapnya.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa Lapas tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai pusat produktivitas,” pungkasnya.
Untuk selanjutnya, Lapas Narkotika berencana menjalin kerja sama dengan banyak pihak, termasuk koperasi, UMKM, dan industri pangan sehingga diharapkan program pertanian dapat berkembang dan mampu berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional.(*)







