PAMEKASAN, SEHILIR.com – Salah satu oknum Pedagang Kaki Lima (PKL) diduga merusak dan mengganggu proses liputan wartawan JTV Madura, Abdurrahman Fauzi, Sabtu (11/1).
Pasalnya, PKL menghalangi dan memukul kamera handphone Fauzi hingga terjatuh saat melakukan liputan penertiban PKL bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Pamekasan. Tak hanya itu, oknum PKL tersebut juga mengajak duel Fauzi.
“Tangan saya dipukul sehingga menyebabkan kamera saya jatuh. Tak habis di situ, saya diintimidasi dengan diajak duel,” ujar Fauzi kepada sejumlah media.
Selain itu, seorang PKL yang baru datang tiba-tiba mengaku sebagai wartawan dan marah-marah meminta agar Fauzi tidak sembarangan mengambil gambar. Padahal, Fauzi sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk meliput proses penertiban PKL.
“Sudah saya sampaikan hanya liputan dan sudah koordinasi dengan Satpol PP, namun oknum PKL tersebut terus mengintimidasi,” kata Fauzi.
Untungnya, kejadian itu cepat dilerai oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Trantib), Akh. Jonnaidy yang saat itu melakukan penertiban.
Jonnaidy juga menjelaskan bahwa Fauzi sudah berkoordinasi dengan pihaknya dan sudah biasa meliput kegiatan yang dilaksanakan pihaknya.
“Ini (wartawan) sudah terbiasa meliput kegiatan saya, sudah jangan berbuat gaduh,” ucapnya sembari mendinginkan suasana.
Diketahui, jalan protokol jantung Kota Pamekasan tepatnya di sekitar Monumen Arek Lancor tidak diperbolehkan untuk ditempati parkir dan berdagang. Saat ini Satpol PP sedang melakukan pengawasan ketat guna menjaga kesterilan area tersebut.**







