SEHILIR.COM – Sumpah Pemuda adalah peristiwa bersejarah yang tidak bisa dilupakan dalam perjalanan bangsa Indonesia. ikrar kebangsaan yang telah menjadi nomenklatur bersejarah kini telah berkhidmah selama 96 tahun bersama bangsa ini.
Melihat dari sejarah lahirnya sumpah pemuda menunjukkan bahwa para pemuda mampu berpikir futuristik melampaui zaman mereka hidup. Para pemuda menjadi ujung tombak dalam membangun peradaban dan pemuda mampu menjadi inisiator dalam segala aspek gerakan. Baik dalam aspek pendidikan, sosial, politik, ekonomi, kesehatan, dan aspek-aspek strategis yang mendukung kemajuan suatu bangsa.
Sebagai penghormatan atas semangat perjuangan yang diwariskan oleh pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia dengan privilege yang melekat pada kaum muda seharusnya menjadi modal utama bagi para pemuda saat ini untuk berperan dalam pembangunan dan kemajuan bangsa.
Tapi, fenomena lain memperlihatkan rendahnya semangat persatuan sumpah pemuda yang dimiliki pemuda masa saat ini adalah meningkatnya diskriminasi, rasisme, dan fanatisme yang terjadi di Indonesia.
Fenomena ini didasari oleh kurangnya kesadaran persatuan yang dimiliki oleh pemuda Indonesia saat ini. Selain itu, sistem pendidikan yang sering berubah kurang mampu untuk memberikan pemahaman kebangsaan kepada kaum muda sejak dini. Sehingga semangat persatuan yang seharusnya menjadi asas utama belum bisa dipahami secara komprehensif oleh kaum muda hari ini.
Di tengah situasi pesatnya perkembangan zaman, pemuda saat ini penting untuk terus melakukan transformasi dalam merefleksikan momentum bersejarah bangsa Indonesia agar bisa menjadi pengingat bahwa kita adalah bagian dari penerus perjuangan para pendahulu yang hidup hari ini untuk memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.***
*Penulis: Moh. Malthuf (Penulis Buku Sentra Kaderisasi PMII)
**Klik Google News dan dapatkan berita terkini serta informasi bermanfaat lainnya di perangkat Anda.







