DPR: Pemerintah Jaga Harga BBM Subsidi di Tengah Lonjakan Minyak Dunia

  • Bagikan
DPR: Pemerintah Jaga Harga BBM Subsidi di Tengah Lonjakan Minyak Dunia

JAKARTA — Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkap langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah tekanan kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurut Misbakhun, Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri aktif melakukan pendekatan ke negara-negara produsen minyak guna memastikan pasokan energi ke Indonesia tetap terjaga.

“Presiden dan Pak Bahlil pergi ke negara-negara produsen minyak agar suplainya masuk ke Indonesia dalam jumlah besar sehingga harga BBM bersubsidi bisa dipertahankan. Pesan ini penting untuk disampaikan seluruh rakyat,” ujar Misbakhun dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen mempertahankan subsidi BBM meskipun harga minyak global mengalami lonjakan. Kondisi tersebut dipicu ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, termasuk memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

BACA JUGA:  Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Berikan Remisi Hari Raya Idul itri 1446 H kepada WBP

“Karena situasi itu harga minyak menjadi naik. Di seluruh dunia naik, hanya di Indonesia yang tidak naik, BBM bersubsidi,” kata dia.

Lebih lanjut, Misbakhun menyebut pemerintah berupaya menahan kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun, bahkan jika harga minyak mentah dunia melampaui 100 dolar AS per barel. Kebijakan tersebut, menurutnya, diambil untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak tertekan.

Selain BBM, pemerintah juga mempertahankan harga elpiji 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon”. Ia membandingkan harga elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang telah mencapai ratusan ribu rupiah, sementara elpiji 3 kilogram masih berada di kisaran Rp22 ribu di tingkat konsumen.

“Artinya pemerintah berusaha agar rakyatnya tidak mengalami kesulitan,” ujarnya.

Misbakhun menambahkan, berbagai bentuk subsidi lain juga tetap dipertahankan, termasuk subsidi listrik, bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), iuran BPJS Kesehatan, hingga penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ia menekankan total anggaran yang digelontorkan negara mencapai ratusan triliun rupiah.

BACA JUGA:  KKP Operasikan LPH Kelautan dan Perikanan, Targetkan Percepatan Sertifikasi Halal 76 Ribu Unit Usaha

Di sisi lain, tekanan terhadap harga energi global terus meningkat. Harga minyak mentah acuan dunia, Brent Crude, sempat menyentuh level 119 dolar AS per barel pada akhir April, menyusul mandeknya upaya diplomatik terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan tersebut turut dipicu meningkatnya ketidakpastian di jalur strategis Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dunia. Situasi semakin kompleks dengan kebijakan tekanan lanjutan dari Washington terhadap Teheran yang berpotensi memicu eskalasi konflik.

Kondisi tersebut membuat pasar energi global belum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga harga energi domestik tetap terkendali.**

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *