SURABAYA – Nama Carissa Devina Tancho kini ikut mencuri perhatian publik setelah diketahui tampil dalam drama Korea yang tengah ramai diperbincangkan, The Art of Sarah. Perempuan asal Surabaya Timur itu berhasil menembus industri hiburan Korea Selatan dan tampil sebagai figuran dalam serial yang dibintangi aktris ternama Shin Hye-sun.
Dalam beberapa adegan, Carissa terlihat berperan sebagai pekerja di pabrik tas bersama para aktor pendukung lainnya. Bahkan, ia sempat berada dalam satu frame dengan pemeran utama drama tersebut. Serial misteri thriller ini sendiri resmi dirilis di Netflix pada 13 Februari 2026 dan mendapat perhatian luas dari penonton global.
Perjalanan Carissa hingga bisa tampil dalam produksi drama Korea bermula saat ia memutuskan datang ke Korea Selatan pada 2018 untuk mempelajari bahasa Korea. Dari sana, ia mulai aktif mengikuti berbagai komunitas warga Indonesia yang tinggal di negara tersebut.
“Aku awal datang ke sini tahun 2018 untuk belajar bahasa Korea. Terus karena aku orangnya aktif ya. Aku ikut komunitas yang isinya orang-orang Indonesia di Korea. Di situ mereka post semua informasi pekerjaan gitu,” ujar Carissa.
Suatu ketika, ia menemukan informasi casting yang dibagikan dalam komunitas tersebut. Meski proyek yang ditawarkan saat itu hanya produksi kecil milik mahasiswa jurusan film, Carissa tetap memberanikan diri mendaftar karena minatnya pada dunia seni peran sudah muncul sejak lama.
“Ya itu, aku emang dari dulu sukanya acting, cuman kayak terpendam gitulah. Tapi waktu ada informasi itu (casting) aku kayak mau (coba) gitu,” katanya.
Tak disangka, ia lolos tahap seleksi hingga wawancara dan akhirnya mendapatkan peran. Dari pengalaman tersebut, Carissa mulai aktif mencoba berbagai kesempatan akting di Korea Selatan.
Pengalaman pertamanya di drama Korea terjadi saat ia terlibat dalam serial Racket Boys, meski hanya sebagai penonton dalam adegan pertandingan.
“Aku waktu itu ikut syuting drama pertama itu Racket Boys, aku jadi penonton. Jadi nggak kelihatan,” ucapnya sambil tertawa.
Carissa menjelaskan, dalam produksi drama Korea terdapat beberapa jenis peran bagi aktor pendukung. Selain figuran atau extra yang biasanya hanya muncul dalam adegan keramaian, ada juga peran yang disebut image, yakni pemain pendukung yang tampil lebih jelas di layar maupun berada dekat dengan pemeran utama. Ia mengaku pernah menjalani kedua jenis peran tersebut.
Seiring waktu, portofolio Carissa pun bertambah. Ia diketahui pernah terlibat dalam sejumlah produksi drama Korea seperti Big Bet, Typhoon Family, Pro Bono, hingga The Art of Sarah.
Dalam proyek terbarunya tersebut, Carissa menjalani proses produksi selama beberapa hari. Sebelum syuting dimulai, para figuran bahkan harus mengikuti pelatihan khusus agar mampu menampilkan aktivitas yang realistis di lokasi kerja pabrik tas.
“Aku kayaknya 4 hari itu (syutingnya), terus 1 hari khusus di luar itu training di tempat buat tas gitu lah. Belajar pakai mesin jahit, ngelem, motong kulit tas,” ujarnya.
Menurut Carissa, proses produksi drama Korea sangat memperhatikan detail, termasuk aktivitas kecil yang dilakukan oleh para figuran di latar adegan. Hal ini bertujuan agar setiap pemain tampak natural saat kamera mulai merekam.
Di balik pengalaman tersebut, Carissa juga mengaku sering menemukan komentar warganet yang meremehkan peran pemain pendukung dalam film atau drama. Ia berharap masyarakat dapat lebih menghargai setiap peran, sekecil apa pun kontribusinya dalam sebuah produksi.
“Untuk orang yang suka mengkritik apa lagi menghujat. Tolong talenta, penampilan sekecil apapun di film, sesebentar apapun tetap dihargain. Jangan malah di komentarin ‘cuman nongol sekilas gitu doang’, ‘dia ngga ada dialog’, dan lain-lain,” tuturnya.
Ia menegaskan, banyak proses panjang yang harus dilalui para aktor sebelum akhirnya tampil di layar.
“Mereka nggak tahu kan persiapan kita, secapek apa kita pas shooting, sesusah apa proses seleksinya. Jadi semoga ke depannya bisa lebih dihargai,” imbuh Carissa.
Sebelum serius menekuni dunia akting, Carissa mengaku belajar secara otodidak. Ia juga memiliki latar belakang di bidang tari yang membantunya mengekspresikan diri di depan kamera.
Dalam bidang pendidikan, ia menyelesaikan studi sarjana di Singapore Institute of Management (SIM) dan melanjutkan pendidikan magister di Dankook University dengan jurusan Communication and Advertising.
Kini Carissa terus aktif mengikuti berbagai audisi dan kelas akting untuk meningkatkan kemampuannya di industri hiburan Korea Selatan, termasuk mendalami bidang action stunt. Selain berakting, ia juga menjalani berbagai aktivitas lain seperti membuat konten media sosial, modeling, hingga bekerja sama dengan sejumlah brand di Korea Selatan.
“Aku bersyukur banget buat antusias teman-teman. Terutama untuk yang bilang ‘bangga’, thank you. Aku akan berusaha semaksimalku untuk bisa menghibur lagi, lebih banyak lagi lewat karya-karya, lewat projek-projek lainnya,” tandasnya.**







