JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali bertambah. Tiga jenazah ditemukan di Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (1/1), sehingga total korban jiwa meningkat menjadi 1.157 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penemuan tiga korban tersebut menambah angka kematian yang sebelumnya tercatat 1.154 jiwa.
“Hari ini ditemukan tiga jasad di Aceh Utara. Dengan penambahan ini, total korban meninggal dunia menjadi 1.157 orang,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal resmi BNPB, Kamis.
BNPB menyatakan operasi pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung di tiga provinsi terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban yang masih dilaporkan hilang dapat ditemukan.
Selain korban jiwa, BNPB mencatat jumlah pengungsi akibat bencana hidrometeorologi tersebut mencapai 380.360 orang. Para pengungsi tersebar di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang dan longsor.
Abdul Muhari menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto telah meninjau langsung kondisi penanganan bencana di wilayah terdampak. Pemerintah, kata dia, berupaya mempercepat pemulihan bagi warga.
Saat ini, BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait telah menyiapkan sekitar 1.050 unit hunian sementara (huntara) yang sebagian besar siap ditempati, terutama di Aceh Tamiang dan sejumlah daerah lainnya.
Selain penyediaan hunian sementara, pemerintah juga menyalurkan bantuan santunan ekonomi serta dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk perabot rumah tangga, bagi warga terdampak.
“Pemerintah juga memberikan berbagai bentuk santunan dari kementerian dan lembaga untuk mendukung penghidupan masyarakat di daerah terdampak,” kata Abdul.**







