ENTERTAINMENT — Penyanyi senior Ari Lasso kembali menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan dirinya membentak sang kekasih, Dearly Djoshua, viral di media sosial. Video tersebut pertama kali diunggah oleh Dearly melalui akun TikTok pribadinya dan telah ditonton lebih dari 3,3 juta kali.
Dalam rekaman berdurasi singkat itu, Ari terlihat menaikkan nada suaranya saat sedang berolahraga pagi bersama Dearly. Menurut penjelasan Dearly di kolom komentar, ia memang rutin datang setiap pagi untuk membangunkan dan menemani Ari berolahraga. Namun, momen yang semula terlihat biasa berubah menjadi perdebatan publik setelah Ari menunjukkan reaksi emosional yang membuat sejumlah warganet merasa tidak nyaman.
Banyak pengguna media sosial menilai sikap Ari Lasso terhadap kekasihnya tersebut tidak pantas. Sejumlah komentar menyebut tindakan itu sebagai tanda red flag dalam hubungan asmara, bahkan ada yang menilai Ari perlu menjaga sikapnya sebagai figur publik.
“Perilaku kasar dan emosional seperti itu tidak seharusnya dilakukan di depan umum, apalagi direkam,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Meski banyak kritik berdatangan, sebagian warganet mencoba bersikap netral dan memahami bahwa tekanan serta kondisi mental seniman dapat memengaruhi reaksi emosional di situasi tertentu.
Insiden ini memunculkan diskusi luas mengenai pentingnya kepekaan emosional dan komunikasi yang sehat dalam hubungan pribadi, terutama bagi figur publik yang kehidupannya terus menjadi perhatian masyarakat.
Selain isu viral ini, Ari Lasso sebelumnya juga pernah menjadi sorotan karena pernyataannya terkait persoalan royalti musik. Ia secara terbuka mengaku tidak puas dengan sistem pembagian royalti yang diterapkan oleh Wahana Musik Indonesia (WAMI) dan menilai mekanisme tersebut belum sepenuhnya transparan.
Hingga berita ini diturunkan, Ari Lasso belum memberikan klarifikasi resmi mengenai video yang viral tersebut. Publik masih menantikan tanggapan langsung darinya untuk meredakan polemik yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.**







