Sehilir.com – Puasa Nisfu Syaban merupakan ibadah sunnah yang selalu dilakukan umat Islam di Bulan Nisfu Syaban. Hal tersebut dilakukan lantaran di bulan ini ampunan dan berkah Allah SWT dibuka selebar-lebarnya untuk para hambanya.
Salah satu cara umat Muslim mendapat ampunan dan berkah di bulan Nisfu Sya’ban ialah dengan melaksanakan puasa Nisfu Syaban. Dikutip dari nu online, sunan melaksanakan puasa Syaban disinggung dalam beberapa hadits, seperti hadits berikut:
“Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berbuka’; beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berpuasa’; aku tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadlan; dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban’.” (Muttafaqun ‘Alaih. Adapun redaksinya adalah riwayat Muslim).
– Larangan puasa Nisfu Syaban
Namun perlu diingat, Puasa Nisfu Syaban haram untuk dilakukan pada tanggal 16. Puasa Syaban dianjurkan untuk dilakukan sebelum tanggal 16 yakni dari tanggal 1 hingga 15. Larangan ini berdasarkan hadits Nabi sebagai berikut:
Yang artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Rasulullah saw bersabda: ‘Ketika Sya’ban sudah melewati separuh bulan, maka janganlah kalian berpuasa’.” (HR Imam Lima: Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)
– Faedah melakukan Puasa Syaban
Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în menjelaskan faedah yang diperoleh dari melaksanakan puasa Syaban adalah mendapat syafaat Rasulullah di hari kiamat kelak.
“Puasa sunnah keduabelas ialah Puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah saw terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat.”
– Niat dan cara melaksanakan:
- Membaca niat puasa Syaban
نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma sya’bâna lilâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa Sya’ban karena Allah ta’âlâ.
- Melaksanakan sahur menjelang subuh sebelum imsak
- Menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa
- Menyegerakan berbuka saat waktunya tiba







