Tim Gabungan Padamkan Karhutla 12,5 Hektare di Dua Lokasi Bengkalis

  • Bagikan
Tim Gabungan Padamkan Karhutla 12,5 Hektare di Dua Lokasi Bengkalis

BENGKALIS – Tim gabungan dari Kepolisian Resor Bengkalis, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur lainnya berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 12,5 hektare di dua lokasi di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kapolres Bengkalis Ajun Komisaris Besar Polisi Fahrian Saleh Siregar mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur untuk mencegah api meluas.

“Penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, MPA, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah api meluas dan memastikan wilayah tetap aman,” katanya.

Lokasi pertama berada di areal Hak Guna Usaha PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil. Kebakaran terjadi di lahan gambut dengan luas sekitar 1,2 hektare.

Kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang membuat proses pemadaman harus dilakukan secara cepat. Lebih dari 50 personel dari Polsek Siak Kecil dan Bukit Batu, TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA Desa Bandar Jaya dan Muara Dua, serta pihak perusahaan dikerahkan untuk pemadaman dan pendinginan.

BACA JUGA:  DKPP Pamekasan Targetkan 169.217 Ton Produksi Padi di Tahun 2024

Selain menangani kobaran api, petugas juga melakukan sejumlah langkah untuk kepentingan penyelidikan.

“Petugas juga melakukan pengecekan lokasi, pencatatan saksi, pemasangan garis polisi serta dokumentasi sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.

Karhutla juga terjadi di lahan masyarakat di Jalan Tangkahan Tegar Ujung, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, yang berbatasan dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.

Di lokasi tersebut, api diperkirakan membakar sekitar 10 hektare lahan yang didominasi semak belukar dan tanaman sawit. Kondisi tanah yang kering serta cuaca panas dan angin kencang turut mempercepat penyebaran api.

Pemadaman melibatkan personel Polsek Mandau dan Pinggir, Koramil 03 Mandau, Manggala Agni, BPBD, MPA, serta masyarakat. Petugas menggunakan mesin pemadam dan puluhan gulung selang serta nozzle.

BACA JUGA:  Gas Elpiji 3kg Naik, Pemkab Pamekasan Belum Siapkan Solusi Alternatif

Upaya pemadaman juga mendapat dukungan satu unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menjangkau area yang sulit ditangani dari darat.

“Penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, MPA, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah api meluas dan memastikan wilayah tetap aman,” katanya.

Kapolres menyebut kondisi api di kedua lokasi kini telah berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.

“Berdasarkan pemantauan terakhir, api di kedua lokasi telah berhasil dikendalikan dan sebagian besar telah padam. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala, terutama pada area yang masih mengeluarkan asap,” ujar Kapolres.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *