Indonesia Siap Gagas Standar Tunggal Produk Halal Dunia, BPJPH: Halal Harus Bersatu

  • Bagikan
Indonesia Siap Gagas Standar Tunggal Produk Halal Dunia, BPJPH: Halal Harus Bersatu

JAKARTA – Indonesia menyatakan kesiapannya menjadi penggagas penerapan standar tunggal produk halal di tingkat global sebagai langkah memperkuat industri halal dunia. Gagasan tersebut disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan saat pembukaan D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut Haikal, keberadaan satu standar halal internasional dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi negara-negara Muslim sekaligus meningkatkan daya saing produk halal di pasar global.

“Halal harus bersatu, terhubung, dan kuat, karena halal adalah kebersamaan. Karena itu, halal harus memiliki standar tunggal sebagaimana standar ISO,” kata Haikal.

Ia menjelaskan, konsep standar tunggal tersebut tidak hanya berlandaskan pada aspek syariat, tetapi juga diarahkan menjadi tolok ukur kualitas produk. Seiring berkembangnya industri halal, status halal kini dinilai memiliki nilai ekonomi yang mencerminkan transparansi, ketertelusuran, serta jaminan mutu sebuah produk.

BACA JUGA:  Adi Priyanto Pastikan Pasokan Listrik Selama Idulfitri 2025 Tetap Stabil

“Halal kini adalah simbol kebersihan, simbol makanan berkualitas, simbol produk elite,” ujarnya.

Haikal menilai penerapan standar global akan memperkuat posisi negara-negara mayoritas Muslim dalam industri halal internasional. Saat ini, pasar produk halal dunia masih didominasi oleh negara-negara non-Muslim seperti China, Brasil, dan Amerika Serikat.

Sebagai langkah awal, negara-negara anggota D-8 telah memiliki kesepakatan saling pengakuan atau mutual recognition agreement (MRA) terhadap sertifikasi halal masing-masing. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi fondasi menuju harmonisasi standar halal di tingkat internasional.

BACA JUGA:  PLN Tawarkan Diskon Tambah Daya Listrik hingga 50 Persen untuk Warga Pamekasan

Selain memperkuat kerja sama di antara anggota D-8, Indonesia juga berencana mengundang sekitar 70 negara dalam sebuah forum internasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada September mendatang. Pertemuan tersebut akan membahas penyusunan standar halal global yang komprehensif, termasuk kemungkinan penggunaan satu logo halal yang dapat diakui dan berlaku di berbagai negara.

Pemerintah berharap inisiatif tersebut mampu memperkuat ekosistem industri halal internasional sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu motor penggerak pengembangan ekonomi halal dunia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *