Gubernur Sumut Percepat Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir dan Longsor

  • Bagikan
Gubernur Sumut Percepat Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir dan Longsor

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mempercepat realisasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah daerah di Sumut. Percepatan dilakukan melalui pendataan dan verifikasi kerusakan rumah agar pembangunan dapat segera direalisasikan.

Bobby mengatakan, hingga saat ini total rumah warga terdampak bencana mencapai 30.875 unit dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan, sedang, berat, hingga hilang. Seluruh data tersebut telah disusun secara rinci berdasarkan nama dan alamat.

“Secara keseluruhan unit rumah masyarakat (yang rusak, Red) ada 30.875 rumah, sekarang datanya by name by address,” ujar Bobby usai rapat pembahasan pembangunan huntap pascabencana Sumatera bersama sejumlah menteri secara daring, di Medan, Kamis (25/12).

Menurut Bobby, saat ini pemerintah daerah telah memasuki tahap verifikasi data. Ia menargetkan proses tersebut rampung pada akhir 2025 sehingga masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian tetap.

BACA JUGA:  Lapas Narkotika Pamekasan Gelar Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial

“Sekarang masuk tahap verifikasi. Akhir 2025, kami harapkan verifikasi selesai,” katanya.

Selain pendataan, percepatan juga dilakukan melalui penyediaan lahan pembangunan huntap. Salah satunya di Kebun Karet Hapesong milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV di Desa Hapesong Baru, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang disiapkan untuk pembangunan 227 unit rumah.

Pembangunan huntap tersebut dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumut dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI serta Yayasan Buddha Tzu Chi. Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, bertugas menyiapkan lahan pembangunan.

“Sementara pemerintah daerah mulai pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di Sumut menyiapkan lahannya,” ujar Bobby.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait mengapresiasi langkah percepatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumut. Ia meminta agar seluruh proses pembangunan hunian tetap dikawal hingga selesai.

“Saya senang sekali, karena Gubernur bisa mengoordinasikan dengan baik. Tolong dikawal ya, Pak Gubernur. Itu contoh di Tapanuli Utara, saya sudah kunci (selesai 21 Maret 2026, Red),” kata Maruarar.

BACA JUGA:  27 Pasien Cuci Darah di Pamekasan Terlantar, Bupati Upayakan Solusi Antarwilayah

Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, didampingi Wakil Gubernur Sumut Surya, melakukan peletakan batu pertama pembangunan huntap bagi korban banjir di tiga daerah, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, di Lahan Asrama Haji Pinangsori, Tapanuli Tengah, Minggu (21/12).

Kementerian PKP menargetkan pembangunan 200 unit hunian tetap di Sibolga, 118 unit di Tapanuli Tengah, 103 unit di Tapanuli Utara, serta 227 unit di Tapanuli Selatan. Lokasi pembangunan tersebar di GOR Sibolga, Asrama Haji Pinangsori Tapanuli Tengah, Desa Sibalanga Tapanuli Utara, dan Kebun Karet Hapesong PTPN IV di Tapanuli Selatan.

“Jadi saya kunci, semua kolaborasi, tanahnya pemda, provinsi turun tangan langsung bagus, bupati juga bagus mengawasi,” ujar Maruarar.**

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *