STKIP dan AKS Sumenep Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas PGRI Sumenep

  • Bagikan
STKIP dan AKS Sumenep Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas PGRI Sumenep

SUMENEP – Penantian panjang civitas akademika dan masyarakat Sumenep akhirnya terbayar. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumenep dan Akademi Kesehatan Sumenep (AKS) resmi bertransformasi menjadi Universitas PGRI Sumenep.

Perubahan status tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia dengan Nomor: 605/B/0/2025. Prosesi berlangsung khidmat di Graha Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep, Sabtu (2/8/2025).

SK diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., kepada Ketua PPLP PT PGRI Sumenep, H. Soenarjo, disaksikan oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, serta tamu undangan.

BACA JUGA:  Arek Suroboyo Tembus Drakor Netflix, Carissa Devina Tampil di “The Art of Sarah” Bareng Shin Hye Sun

“Alhamdulillah, hari ini adalah hari bersejarah. Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil. Amanah baru ini akan menjadi pemicu untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas institusi,” tegas H. Soenarjo dalam sambutannya.

Ia menegaskan, dengan status universitas, pihaknya berkomitmen memperkuat mutu di bidang pengajaran, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dyah Sawitri menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia berharap Universitas PGRI Sumenep mampu menjadi kampus rujukan di tingkat regional maupun nasional.

“Kami menitipkan harapan besar agar Universitas PGRI Sumenep tidak hanya menjadi kebanggaan Madura, tetapi juga tampil sebagai pusat keunggulan pendidikan di Indonesia,” ujar Prof. Sawitri.

BACA JUGA:  Polisi Pamekasan Tangkap Lima Pelaku Curanmor, Satu Ditembak karena Melawan

Ia juga menekankan pentingnya penjaminan mutu dan penyesuaian administrasi akademik, termasuk migrasi data dosen dan mahasiswa ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

“Pastikan transisi berjalan mulus. Pengembangan karier dosen, sarana prasarana, serta SPMI harus menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Prof. Dyah turut mendorong agar setiap dosen menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta membangun identitas khas kampus.

“Jadilah universitas yang unik, berbeda, dan memiliki keunggulan khas. Itulah yang akan menjadikan Universitas PGRI Sumenep sebagai kampus rujukan sejati,” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *