Pensiunan TNI di Pamekasan Ditangkap Saat Pesta Sabu, Diduga Terlibat Jaringan Narkoba

  • Bagikan
Pensiunan TNI di Pamekasan Ditangkap Saat Pesta Sabu, Diduga Terlibat Jaringan Narkoba

PAMEKASAN, SEHILIR.com — Seorang pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berinisial S ditangkap aparat Satresnarkoba Polres Pamekasan saat diduga tengah berpesta sabu bersama tiga orang lainnya. Penangkapan dilakukan di rumah S yang berada di Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, pada Minggu (15/6/2025).

Informasi mengenai penangkapan tersebut cepat menyebar luas di sejumlah grup WhatsApp warga. Dalam video yang beredar, tampak petugas berpakaian preman menggerebek lokasi kejadian dan mengamankan beberapa orang. Suara tembakan peringatan juga terdengar dalam rekaman tersebut.

Kasatresnarkoba Polres Pamekasan, AKP Agus Sugianto, membenarkan adanya penangkapan terhadap empat orang yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

“Dari empat orang tersebut, dua diduga sebagai pengedar dan dua lainnya adalah pengguna,” ujarnya kepada wartawan, Senin (16/6).

BACA JUGA:  Pemerintah Siapkan Honor, Juru Parkir di Kabupaten Sampang Dilarang Meminta Uang Retribusi

Agus menyebut, penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus pesta narkoba yang sebelumnya terjadi di area Pemakaman Raja Ronggosukowati, Pamekasan, pada Senin malam (19/5). Namun, ia belum merinci lebih lanjut jumlah barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi tersebut.

“Untuk detail barang bukti silakan konfirmasi ke Kasihumas Polres,” tambahnya.

Sementara itu, AKP Sri Sugiarto selaku Kasihumas Polres Pamekasan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Saat dihubungi media, ia menyatakan masih akan mengecek informasi lebih lanjut, termasuk menelusuri keaslian video penangkapan yang telah viral.

BACA JUGA:  MKD Pulihkan Status Adies Kadir dan Uya Kuya, Pengamat: Keputusan Sudah Proporsional

Di sisi lain, seorang sumber internal Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mengungkapkan bahwa S sebelumnya juga pernah terlibat dalam operasi serupa, namun kerap lolos dari proses hukum. Sumber tersebut menyebut S sebagai sosok yang dikenal sulit disentuh karena latar belakangnya sebagai mantan prajurit.

“Dia dikenal licin. Selama ini seperti tak tersentuh. Tapi sekarang situasinya berbeda. Kapolres yang sekarang tegas,” ujar sumber tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan rilis resmi terkait kronologi lengkap penangkapan maupun status hukum keempat orang yang diamankan dalam penggerebekan tersebut.**

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *