Curah Hujan Tinggi, Rumah di Bantaran Sungai Brantas Ambruk

  • Bagikan
Curah Hujan Tinggi, Rumah di Bantaran Sungai Brantas Ambruk

MALANG, SEHILIR – Curah hujan dengan intensitas tinggi di Kota Malang mengakibatkan tanah longsor dan menimpa rumah seorang warga di Jalan Juanda 9 RT 06 RW 01, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing , Rabu (25/12/2024).

Zaini Mochamad Alif (21), anak pemilik rumah yang terkena longsor mengungkapkan, longsor terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, setelah debit air Sungai Brantas meningkat akibat hujan deras.

Peristiwa tersebut menyebabkan bagian belakang rumah Alif yang terletak dekat dengan aliran sungai tergerus, menyebabkan tembok pondasi rumah ambruk dan sebagian rumah jatuh ke sungai.

Beberapa bagian rumah yang terdampak antara lain kamar mandi, dapur, dan ruang ternak burung kenari.

BACA JUGA:  80 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Dievakuasi, Identifikasi Masih Berlangsung

“Tadi, sekitar pukul 04.30 WIB, ibu saya melihat tembok pondasi belakang rumah longsor ke aliran Sungai Brantas,” kata Alif.

Alif berharap, Pemerintah Kota Malang segera bergerak mengatasi masalah tersebut dengan segera merealisasikan pembangunan plesengan di kawasan tersebut untuk mencegah terjadinya longsoran serupa di masa mendatang.

“Kami sangat berharap Pemkot Malang mempercepat pembangunan plesengan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Akibat kejadian ini, kerugian material yang menimpa keluarga Alif diperkirakan mencapai sekitar Rp 80 juta, dengan barang-barang di dapur dan beberapa sangkar burung kenari yang terbawa longsor.

BACA JUGA:  Lapas Narkotika Pamekasan Buka Layanan Tatap Muka di Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Ketua RT 06 Kelurahan Jodipan, Saksiono, juga meminta perhatian serius dari Pemkot Malang terkait masalah ini. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan plesengan sudah diajukan sejak tujuh tahun lalu, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Kami sudah mengajukan pembangunan plesengan selama tujuh tahun, namun hanya mendapat janji-janji. Kami berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan ini,” ujar Saksiono.

Warga setempat berharap ada upaya cepat dari pemerintah untuk mencegah kerugian lebih besar akibat bencana alam yang kerap terjadi di kawasan bantaran sungai tersebut.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *