Pamekasan, sehilir.com – Hasil produksi padi di Kabupaten Pamekasan mengalami penurunan yang cukup signifikan di tahun 2024 hingga hari ini, Kamis (2/4).
Pasalnya, dari target yang ditetapkan mencapai 169.217 ton padi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, dari Januari hingga Kamis (2/4/2024) masih terdata 77.360 ton.
Hal itu berbanding cukup jauh dari tahun sebelumnya pada Januari-April 2023 yang tercatat mencapai produksi hingga 104.559 ton pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Pamekasan Nolo Garjito mengungkapkan, pada Musim Tanam 2024 pihaknya menargetkan 169.217 ton padi. pihaknya juga mengklaim capaian produksi padi pada musim tanam pertama ini mencapai sekitar 100,000 ton lebih.
Namun, pihaknya masih menunggu data pasti hasil Verifikasi dan Validasi (Verval) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk penetapan produksi padi kali ini yang diperkirakan keluar pada bulan Maret dan ternyata mengalami kemoloran.
Nolo mengungkapkan, petani banyak menggunakan padi dengan jenis hibrida yang dinilai memiliki kualitas yang bagus dan tahan terhadap serangan hama.
“Para petani di tahun ini banyak menggunakan jenis padi hibrida yang memiliki kualitas bagus dan tahan terhadap hama,” ungkapnya.
Nolo menilai, hasil produksi padi sangat penting untuk acuan tingkat produksi ke depan serta untuk evaluasi peran petugas lapangan.***
**Klik Google News dan dapatkan berita terkini serta informasi bermanfaat lainnya di perangkat Anda.







