Jepang akan Meluncurkan Satelit Kayu Pertama di Dunia, 2.000 Lebih Pesawat Angkasa akan Diluncurkan Pertahun

  • Bagikan
Satelit kayu hasil ciptaan Ilmuwan Jepang
Foto: Satelit kayu LignoSat yang akan terbakar menjadi abu ketika memasuki kembali atmosfer (dok. kyoto university)

Internasional, Sehilir.com – Jepang berhasil ciptakan satelit kayu Magnolia. Pesawat luar angkasa yang dikenal dengan Lignosat ini merupakan pesawat yang ramah lingkungan. Terciptanya pesawat ini menjadi penemuan yang langka oleh para Ilmuwan Jepang.

Satelit kecil LignoSat yang diciptakan dengan menggunakan bahan kayu tersebut dimaksud untuk memerangi partikel aluminium yang diperkirakan di orbit di musim panas ini.

Meski bermodel kecil, wahana LignoSat memiliki tingkat kestabilan yang sangat baik serta tahan terhadap retak ketika dilakukan uji coba di International Space Station (ISS). Untuk saat ini, satelit tersebut dalam proses penyelesaian untuk peluncuran dengan roket AS di musim panas ini.

Pembuatan satelit kayu ini dibangun oleh para peneliti di Universitas Kyoto yang bekerjasama dengan perusahaan penebangan kayu Sumitomo Forestry gina melakukan pengujian gagasan penggunaan bahan yang bisa terbiodegradasi.

“Semua satelit yang masuk kembali ke atmosfer bumi akan terbakar dan menghasilkan partikel alumina kecil, yang akan melayang di bagian atas atmosfer selama bertahun-tahun,” jelas Takao Doi dikutip dari theguardian, Minggu (18/2).

BACA JUGA:  Lapas Narkotika Pamekasan Lakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Jajaran Pemasyarakatan, Tegaskan Komitmen Berantas HALINAR

Astronot asal Jepang bersama Insinyur ruang angkasa di Universitas Kyoto memperingatkan setiap partikel alumina kecil akan berdampak pada lingkungan bumi. “Pada akhirnya, hal ini akan berdampak pada lingkungan bumi.”

Guna mengatasi masalah tersebut, peneliti Kyoto menciptakan proyek guna mengevaluasi kualitas kayu yang mempunyai ketahanan terhadap kerasnya peluncuran luar angkasa serta penerbangan di orbit yang mengelilingi bumi.

Dalam hal ini, Koji mengaku terkejut ketika mendapati sampel kayu yang tidak mengalami perubahan massa serta tanda kerusakan lainnya. “Kemampuan Wood untuk bertahan dalam kondisi ini sangat mengejutkan kami,” kata Koji Murata, kepala proyek.

Jepang akan Meluncurkan Satelit Kayu Pertama di Dunia, 2.000 Lebih Pesawat Angkasa akan Diluncurkan Pertahun Sehilir
Foto: Sampah luar angkasa di orbit rendah Bumi (ESA/PA)

Murata menjelaskan, pengujian tersebut dilakukan pada berbagai jenis kayu termasuk Kayu Cherry Jepang sehingga didapat kayu dari pohon magnolia terbukti paling kuat. Sehingga terpilih sebagai bahan untuk membangun satelit kayu Kyuuto yang akan diisi sejumlah eksperimen untuk menentukan kinerja pesawat ruang angkasa di orbit.

BACA JUGA:  Pemkab Sumenep Hapus Denda PBB-P2 hingga Akhir 2025

Sementara untuk kendaraan peluncuran masih diperlukan keputusan akhir dengan pilihan yang dipersempit menjadi penerbangan musim panas menggunakan kapal pasokan Orbital Sciences Cygnus ke ISS atau misi SpaceX Dragon serupa di akhir tahun.

Diperkirakan, wahana seukuran cangkir kopi itu akan beroperasi selama enam bulan di luar angkasa sebelum diizinkan memasuki atmosfer bagian atas. Diperkirakan akan lebih dari 2.000 pesawat luar angkasa yang akan diluncurkan setiap tahunnya pada tahun-tahun mendatang.

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan di Universitas British Columbia, Kanada menyatakan, aluminium yang kembali ke satelit bisa mengakibatkan penipisan pada lapisan ozon yang berfungsi melindungi bumi dari radiasi ultraviolet.

Namun, dengan digunakannya satelit yang terbuat dari kayu seperti LignoSat, dengan sifat yang hanya akan terbakar dan menjadi abu yang bisa terbiodegradasi saat kembali memasuki atmosfer setelah menyelesaikan misinya.(/red)***


*Klik Google News dan dapatkan berita terkini di perangkat Anda.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *