Sehilir.com – Karya Tulis Ilmiah merupakan gabungan dari tiga suku kata, yakni karya, tulis, dan ilmiah. Karya, dalam kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti hasil perbuatan, buatan, ciptaan (terutama hasil karangan), sedangkan tulis memiliki arti menulis, dan ilmiah memiliki arti bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.
Secara kompleks, Karya Tulis Ilmiah atau KTI dapat diartikan sebagai tulisan yang membahas sebuah permasalahan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapatkan dari suatu penelitian, baik dari penelitian lapangan, tes laboratorium, ataupun kajian pustaka yang berdasarkan pada pemikiran ilmiah yang logis dan empiris.
Dalam penulisan karya tulis ilmiah sangat disarankan untuk menggunakan kata atau kalimat yang tidak ambigu, dengan menggunakan gaya bahasa lugas, eksplisit sesuai dengan aturan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia agar mudah dimengerti dan dipahami oleh pembaca.
Karya Tulis Ilmiah sangat penting untuk dipahami oleh kalangan akademisi. Produk keilmuan jenis ini selalu diperkenalkan di bangku perkuliahan dan terus ditempa selama proses pembelajarannya. Segala bentuk karya tulis ilmiah sangat luas dampaknya, tak hanya dirasakan oleh mereka yang bersangkutan, tapi juga dirasakan oleh setiap orang yang berkecimpung dalam dunia keilmuan.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memahami karya tulis ilmiah:
A. Klasifikasi Karangan Dalam Sebuah Tulisan
1. Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah adalah karangan yang berbasis ilmu pengetahuan yang dibuat oleh penulis dengan tujuan untuk menyajikan fakta agar diketahui pembaca dan disusun dengan metodologi penulisan yang benar dan tepat.
Definisi karangan atau karya ilmiah menurut beberapa ahli adalah bentuk laporan tertulis yang dipublikasikan untuk memaparkan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh seseorang atau kelompok dengan memenuhi kaidah penulisan yang baku dan diakui oleh masyarakat keilmuan.
Dalam hal ini yang tulisan yang termasuk ke dalam karangan ilmiah antara lain Makalah, Laporan, Skripsi, Tesis, dan Disertasi
2. Karangan Semi Ilmiah atau Ilmiah Populer
Karangan semi ilmiah disebut juga ilmiah populer adalah karangan yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan disajikan dengan metode penulisan yang benar. Karangan ilmiah lebih banyak menyajikan fakta umum yang tidak terikat dengan gaya metode ilmiah penulisan.
Penulisan karangan semi ilmiah menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Definisi lain karangan semi ilmiah adalah karangan yang bersifat ilmu, tetapi menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Yang termasuk kedalam karya tulis jenis ini antara lain, Artikel, Editorial, Opini, Feature, dan Reportase.
3. Karangan Non Ilmiah
Karangan non ilmiah adalah karangan yang mengungkapkan fakta tentang pengetahuan serta pengalaman dalam kehidupan, biasanya menggunakan bahasa yang tidak terlalu baku/ resmi. Karangan non ilmiah tidak perlu didukung fakta umum serta kebanyakan bersifat fiktif.
Jenis tulisan karangan non ilmiah antara lain Anekdot, Opini, Dongeng, Hikayat, Cerpen, Novel, Roman, dan Naskah Drama.

B. Prinsip Umum Karya Tulis Ilmiah (KTI)
- Objektif
- Prosedural
- Rasional
C. Ciri-ciri KTI
- Logis, maksudnya adalah segala bentuk keterangan yang disajikan dapat diterima oleh akal sehat.
- Sistematis, artinya segala hal yang dikemukakan tersusun sesuai urutan yang memperlihatkan hubungan yang berkesinambungan.
- Objektif, memiliki arti bahwa semua bentuk keterangan yang ditulis atau dikemukakan merupakan fakta yang terjadi atau sesuai dengan apa adanya.
- Lengkap, semua masalah yang ingin diungkapkan menjadi terungkap dengan dikupas secara komprehensif atau lengkap.
- Lugas, artinya pembahasan yang dibahas langsung tertuju pada hal-hal pokok.
- Seksama, artinya sebuah tulisan yang ditulis berusaha sebaik mungkin untuk menghindari segala bentuk kesalahan meski sekecil apapun.
D. Tujuan KTI
- Untuk memecahkan atau mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan
- Menambah pengetahuan, ilmu, dan konsep permasalahan dari suatu pokok permasalahan tertentu.
- Melatih kemampuan menulis ilmiah dan juga berpikir ilmiah untuk seorang penulis.
E. Fungsi
- Sebagai bentuk edukasi atau pendidikan kepada penulis dan pembaca untuk menambah pengetahuan.
- Sebagai bahan rujukan untuk pengembangan kegiatan ilmiah.
- Sebagai sarana untuk menyebarkan pengetahuan baru kepada seseorang maupun kelompok tertentu.
Nah, itu dia hal-hal yang perlu sahabat-sahabat pahami dalam dunia kepenulisan, khususnya dalam menulis Karya Tulis ilmiah atau yang sering kita sebut dengan KTI. Semoga dengan membaca artikel ini sahabat Serikat tidak bingung lagi dengan hal-hal apa saja yang perlu dimuat di dalam tulisan KTI.***







