80 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Dievakuasi, Identifikasi Masih Berlangsung

  • Bagikan
80 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Dievakuasi, Identifikasi Masih Berlangsung

BANDUNG BARAT – Tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 80 jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, hingga hari ke-10 operasi pencarian. Namun, proses identifikasi korban masih terus dilakukan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, mengatakan pencarian dan pendataan korban tetap dilanjutkan karena belum seluruh jenazah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Pencarian tetap dilanjutkan karena belum semua mayat diidentifikasi, karena bisa saja dua kantung itu satu identitas,” kata Ade Zakir di Bandung, Senin.

BACA JUGA:  Hari Anak Nasional 2025, Tujuh Anak Binaan LPKA Blitar Terima Remisi dan Bebas

Ia menjelaskan, data sementara mencatat jumlah korban warga sipil yang terdampak longsor sebanyak 80 orang. Meski demikian, jumlah tersebut masih akan diverifikasi seiring berjalannya proses identifikasi oleh tim DVI.

“Tadi kantong jenazah mencapai 80, tapi yang teridentifikasi warga kan belum tentu 80. Jadi catatan kita warga itu 80, kita fokus data warga, mencocokkan data dari DVI,” ujarnya.

Sementara itu, Tim DVI Polda Jawa Barat hingga hari kesepuluh operasi telah berhasil mengidentifikasi 58 jenazah dari total 80 kantong jenazah yang diterima dari tim SAR gabungan.

BACA JUGA:  Panen Raya Kangkung, Bukti Keberhasilan Lapas Narkotika Pamekasan Bina Kemandirian WBP di Awal 2025

“Pada hari kesepuluh ini kami telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah,” kata perwakilan Tim DVI Polda Jabar.

Ia menambahkan, proses identifikasi terhadap jenazah yang belum terkonfirmasi masih terus dilakukan melalui tahapan rekonsiliasi data, baik ante-mortem maupun post-mortem, guna memastikan identitas korban secara akurat.

“Untuk selanjutnya, dari sisa jenazah yang ada kami melaksanakan kegiatan rekonsiliasi berkaitan dengan proses identifikasi yang sudah dilakukan, baik pembandingan data post-mortem maupun ante-mortem,” katanya.**

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *